Istilah model pembelajaran sangat dekat
dengan pengertian strategi pembelajaran dan dibedakan dari istilah strategi,
pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna
yang lebih luas daripada suatu strategi,
metode, dan teknik. Sedangkan istilah “strategi “ awal mulanya dikenal
dalam dunia militer terutama terkait dengan perang atau dunia olah raga, namun
demikian makna tersebut meluas tidak hanya ada pada dunia militer atau olahraga
saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan.
Secara umum istilah “model” diartikan
sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan
suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, model juga diartikan sebagai barang atau
benda tiruan dari benda yang sesungguhnya, seperti “globe” yang merupakan model
dari bumi tempat kita hidup. Dalam istilah selanjutnya model, istilah model
digunakan untuk menunjukkan pengertian yang pertama sebagai kerangka
konseptual. Atas dasar pemikiran tersebut, maka yang dimaksud dengan “model
belajar mengajar” adalah kerangka konseptual dan prosedur yang sistematik dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu,
berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran, serta para guru dalam
merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Dengan demikian,
aktivitas belajar mengajar benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang
tersusun secara sistematis.
Dewey dalam Joyce dan Weil (1986)
mendefinisikan model pembelajaran sebagai “a
plan or pattern that we can use to design face ti face teaching in the
classroom or tutorial setting and to shape instructional material” (suatu
rencana atau pola yang dapat kita gunakan untuk merancang tatap muka di kelas,
atau pembelajaran tambahan di luar kelas dan untuk menajamkan materi
pengajaran).
Dari pengertian di atas dapat dipahami
bahwa :
a.
Model pembelajaran
merupakan kerangka dasar pembelajaran yang dapat diisi oleh beragam muatan mata
pelajaran, sesuai dengan karakteristik kerangka dasarnya.
b.
Model pembelajaran
dapat muncul dalam beragam bentuk dan variasinya sesuai dengan landasan
filosofis dan pedagogis yang melatar belakanginya.
Arends (1997) menyatakan “the term teaching modelrefers to a
particular approach to instruction that includes its goals, syntax,
environment, and management system”
(istilah model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran
tertentu termasuk tujuannya, sintaksnya, lingkungan, dan sistem
pengelolaan). Dengan demikian, maka model
pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan, strategi,
metode atau prosedur. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas,
atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat
pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dan
lain-lain (Joyce, 1992). Selanjutnya, Joyce menyatakan bahwa setiap model
pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik
sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar